
Genius
Membawa Keberuntungan
Judul Buku : Rahasia
Radit
Pengarang : Syarafuddin
Sulaiman, Izwan Wahab, Zamri Mohamad
Penerbit : PT. Gramedia
Pustaka Utama
Terbit : Maret 2011
Ukuran : 12.5 x 19 cm Tebal : 168 halaman
Harga : Rp. 40.000,-
Ilustrasi Cover : Buku ini memiliki background warna hijau. Dengan gambar pemeran dalam cerita ini, yaitu seorang anak sekolah yang terlihat cerdas sedang dibuntuti oleh 2 temannya. Judul buku dan pengarangnya ditulis dengan jelas di bagian atas dan bawah cover. Sedangkan lambang Gramedia ada di sudut kanan atas menunjukkan penerbit. Dan tulisan “Geng Genius” yang menyimbolkan bahwa cerita ini bagian dari serial tersebut.
Buku
ini adalah karya trio dari penulis – penulis novel remaja. Yaitu Syarafuddin
Sulaiman, Izwan Wahab, Zamri Mohamad. Mereka bertiga bekerja sama untuk
menyelesaikan novel serial Geng Genius. Buku ini adalah karya kesekian dari
masing – masing pengarang. Namun untuk karya yang bertiga, buku ini adalah
hasil yang pertama.
Novel
serial Geng Genius berjudul Rahasia Radit ini menceritakan tentang Radit dan
keluarganya yang baru saja pindah dari kota ke kampung. Radit dan Nina, adiknya
harus berusaha keras untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Hal itu
membuat Radit menjadi merasa bosan. Walaupun Nina mengajaknya jalan – jalan
tetap saja hal itu tak mampu mengusir rasa bosan dan rasa kangen Radit pada
suasana daerah tempat tinggalnya dulu. Radit terkenal anak yang baik dan Nina
anak yang ramah.
Radit
dan Nina masuk ke sekolah baru. Radit disambut baik oleh pak Sulaiman wali
kelas barunya. Kemudian Radit menuju kelas barunya dan pak Sulaiman memperkenalkannya
kepada teman-teman baru Radit. ada kuranh lebih 30 siswa di kelas itu. Hari ini
ada rapat guru, jadi tidak ada pelajaran sampai istirahat pertama. setelah pak
sulaiman keluar kelas, tiba-tiba kelas menjadi ramai. Murid-murid beranjak dari
kursi masing-masing dan mengerumuni Radit. Tanpa Radit sadari, di pojok kelas
ada dua anak yang memandang tajam ke arahnya yaitu Toni dan Sigit. Mereka
merasa bahwa Radit adalah anak yang cuek sehingga mereka tidak suka kepada
Radit. Bel tanda istirahat berbunyi. semua murid bergegas keluar kelas.
kebanyakan menuju kantin, tapi ada jugavyang ke koperasi sekolah. Beberapa
murid ada yang pergi ke toilet. Radit menuju ke kantin. Dia tidak tahu bahwa
dia menduduki kursi kusus yang hanya boleh diduduki oleh Toni dan Sigit. Toni
dan Sigit melihat hal tersebut. Sigit menunjuk ke arah kantin, tepat ke arah
Radit yang sedang duduk.Wajah Toni tampak berang, dia mengepalkan tangan
kanannya dan melangkah cepat menuju Radit. Sigit tidak mau ketinggalan, dia
mengekor dibelakang Toni. Tiba-tiba Toni mendorong Radit kuat-kuat. Hampir saja
radit terjatuh dari tempat duduknya. Untung tangan kirinya sempat menopang
tubuhnya. Radit terdiam, suasana kantin juga ikut sunyi, semua memandang ke
arah Radit dan Toni. Sigit yang melihat kejadian itu diam saja, dia hanya
tersenyum. Dia puas melihat Radit dibentak dan di dorong oleh Toni. Toni tampak
semakin geram melihat dorongannya tidak berhasil menjatuhkan Radit. Dia
mendekati Radit dan menarik dasi Radit. Toni siap menyerang Radit. Kali ini tangannya
mengepal, siap diayunkan ke arah Radit. Radit terkejut, dia hanya memandang
Toni tanpa ada reaksi ingin mempertahankan diri. Pak Sulaiman melihat kejadian
itu dan memberhentikan tindakan Toni. namun, karena dia mengayunkan tangannya
begitu cepat, perintah berhenti itu gagal menghentikan ayunan tangan Toni. Dagu
Radit berdarah terkena cincin besi di tangan Toni. Tampaknya bapak ibu guru
beramai-ramai menuju kantin setelah rapat berakhir. Pak Sulaiman memperingatkan
Toni. Akan tetapi wajah Toni tidak berubah sedikit pun. dia memandang ke arah
Radit. Lebih tajam, lebih garam. Rencana balas dendamnya tampaknya belum
berakhir.
Hari
berikutnya adalah hari Rabu dengan pelajaran pertama adalah pendidikan jasmani.
Radit sudah mengganti seragamnya dengan baju olahraga. Dia sudah siap ke
lapangan, tapi tiba-tiba ada yang memanggil namanya. Anak yang memanggilnya itu
berkata bahwa pak Haris guru olahraga mnyuruh Radit mengambil bola di gudang.
Anak tersebut adalah suruhan Toni dan Sigit untuk mengerjai Radit. Hari ini
pelajaran olahraga di laksanakan di kelas. Radit dikunci di gudang oleh toni
dan Sigit. Tapi Radit bisa keluar dari gudang itu dengan menggunakan
kecerdasannya menerapkan ilmu sains tanpa merusak atau membobol pintu gudang.
Radit menuju kelas mendahului Toni dan Sigit melewati jalan pintas. Toni dan
Sigit terheran kalau Radit bisa keluar dari gudang tanpa merusak pintu gudang
dan sampai di kelas mendahului meraka. Toni dan Sigit menganggap radit anak
ajaib.
Toni
dan sigit belum puas mengerjai Radit. Hari berikutnya Toni dan Sigit berencana
menghajar Radit. Rencana mereka gagal karena mereka dikejar oleh anjing galak.
Mereka lari ketakutan. Dari jauh mereka melihat Radit. Lalu mereka mempunyai
niat busuk untuk lari kebelakang Radit agar anjing yang mengejarnya menerkam
Radit. Anjing tersebut benar-benar-benar menghampiri Radit. Tapi untunglah
Radit mempunyai peluit untuk menjinakkan anjing. Peluit itu hanya bisa didengar
oleh anjing karena peluit tersebut mengeluarkan bunyi ultrasonik yng tidak
dapat didengar oleh manusia. Sigit dan Toni kembali terheran kenapa Radit bisa
menjinakkan anjing tersebut dengan semudah itu. Mereka tambah menganggap bahwa
Radit anak ajaib dan mempunyai rahasia yang besar.
Radit
menuju ke sebuah meja. Tanpa sepengetahuannya Toni dan Sigit mengikutinya.
Iseng-iseng Radit membawa sebuah magnet dan menaruhnya dibawah meja. diatas
meja tersebut diletakkan penggaris besi, dan dia menggerakkan magenet itu
sehingga penggaris diatasnya berputar seseuai
gerakan magnet. Toni dan Sigit melihatnya dan menganggap bawa radit
dapat menggerakkan benda tanpa menyentuhnya. Tambah keyakinan mereka akan
rahasia dan kemampuan ajaib Radit.
Di
tengah jalan mereka menghadang Radit. Mereka menyuruh Radit melihat akan langit
dan menyebutkan sekarang jam berapa. Jika salah Radit akan dihajar. Radit
bingung. Tanpa sengajaRadit melihat jam dinding di kelas dan Radit dapat
menyebutkan jam dengan tepat. Toni dan Sigit heran, Rahasia apa sebenarnya yang
ada pada Radit.
Dirumah,
Radit merasa bersalah karena dia telah membu dinding kat Toni dan Sigit salah
paham terhadapnya. Radit sebenarnya tidak memiliki kekuatan ajaib. Dia hanya
menerapkan ilmu sains, dan dapat menyebutkan jam dengan tepat karena melihat
jam di dinding kelas.
Toni
dan Sigit merasa bersalah telah menerjai Radit. Radit juga merasa bersalah
telah membut mereka salah paham. Lalu Radit mengundang mereka berdua ke rumah
untuk menjelaskan semua rahasia kenapa Radit dapat melakukan semua yang mereka
anggap ajain tersebut. Toni dan Sigit menghadiri undangan Radit. Radit
menjelaskan semuanya. Toni dan Sigit meminta maaf kepada Radit, begitu pula
sebaliknya. Akhirnya mereka bertiga berteman dan tidak ada permusuhan lagi.
Kelebihan
buku ini dapat dilihat dari cover yang menarik dan kertas yang digunakan bukan
kertas buram seperti layaknya novel – novel ramaja. Novel Rahasia Radin ini
mengguna kertas cerah sehingga menimbulkan kesan elite pada buku ini. Pada
bagian cover pun pembaca dapat menemukan bagian kecil yang dapat ditekuk hingga
dapat dijadikan pembatas buku. Jadi kita tidak perlu repot – repot mencari
pembatas buku lagi. Dari segi ceritanya cukup menarik. Alurnya
juga mudah dipahami. Cerita yang disuguhkan penulis seperti terjadi dalam
kehidupan sehari – hari, jadi pembaca lebih dapat mengarahkan imajinasinya.
Namun sayangnya banyak terdapat penjelasan – penjelasan terutama mengenai rumus
– rumus mata pelajaran yang sedang diaplikasikan kurang dapat dimengerti.
Harusnya penulis dapat mengubah gaya bahasa yang digunakan dalam menjelaskan
teori – teori ataupun rumus – rumus yang digunakan menjadi lebih santai lagi.
Sehingga pembaca jadi lebih tertarik untuk mengerti dan mungkin mencobanya.
Pesan
moral yang dapat diambil pembaca melalui novel ini adalah kita harusnya bisa
menyikapi keadaan yang sedang kita alami dengan lebih bijaksana. Jangan hanya
meneyerah pada keadaan. Jika kita mampu menguasai keadaan yang kurang
menyenangkan yang sedang terjadi, bukan tidak mungkin keadaan tersebut akan
berbalik seratus delapan puluh derajat lebih baik dari yang kita harapkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar